Cara Membuat Schema Markup atau Data Terstruktur

Cara Membuat Schema Markup

Siapapun pemilik website ingin pengunjung memahami informasi yang disampaikan melalui halaman website. Bagaimana dengan mesin telusur Google? Salah satu caranya, Anda bisa belajar cara membuat schema markup atau data terstruktur dan artikel ini membahas nya untuk Anda.

Tujuan pembuatan website memiliki beragam kepentingan. Satu diantaranya adalah membuat seo website menjadi lebih baik lagi. Mudah di crawl/dirayapi dan Googlebot memahami isi sebuah halaman.

Sebuah observasi dari perjalanan saya sebagai penyedia jasa konsultan seo menemukan begitu banyak sekali faktor pendukung menjadikan seo website lebih maksimal. Salah satu cara mudah adalah dengan menambahkan schema markup pada sebuah situs.

Jangan tutup dulu halaman ini, karena kita akan pelajari apa itu schema markup, contoh dan cara membuat schema markup atau disebut juga data terstruktur.

Apa Itu Schema Markup

Schema Markup atau data terstruktur adalah sebuah format yang berguna memberikan informasi lebih lengkap dari sebuah halaman website dengan mengelompokkan isi halaman tersebut.

Schema markup memberikan manfaat untuk sebuah website, agar memiliki nilai lebih di mesin telusur. Pengguna pun melihat anda mengelola situs secara serius dan profesional. Tampilan situs akan lebih menarik di mesin pencari, bahkan ini mempengaruhi seo anda menjadi lebih baik. Kesempatan menambah kunjungan semakin besar.

Mesin pencari khusus nya Google mendukung 3 jenis schema markup yaitu JSON-LD, Microdata dan RDFa. Diantara 3 jenis schema tersebut Google sangat merekomendasi JSON-LD. Jadi Anda gunakan saja sesuai rekomendasi tersebut.

Contoh Schema Markup

Saya akan memberikan contoh membuat schema markup atau data terstruktur menggunakan JSON-LD schema. Google paling merekomendasi jenis schema JSON-LD ini yang akan sangat berguna untuk seo website anda.

Karena itu saya sangat perlu untuk membahasnya untuk anda. Saya terus mempelajari teknik seo yang begitu luas, salah satu nya melalui schema markup.

Fakta nya kebanyakan orang masih terpaku pada teknik cara optimasi website seo on page umum nya, maupun seo off page yang terfokus pada backlink.

Bisa dikatakan cara ini membantu memudahkan Google memahami sebuah halaman situs. Dengan memberikan petunjuk eksplisit halaman situs menyertakan sebuah data terstruktur. Seperti pernyataan mereka melalui Pusat Penelusuran Google dibawah ini.

Schema Markup Memahami Halaman Website

Anda bisa melihat sebuah contoh schema markup yang saya tambahkan pada artikel pakar seo. Pada bagian isi halaman “cara menjadi pakar seo” saya kelompok kan ke dalam format data tersebut.

Awal nya sih ragu, ngapain juga menghabiskan waktu untuk membuat itu. Karena masih banyak rutinitas pekerjaan SEO yang harus saya lakukan.

Tapi penasaran juga sih, akhirnya saya coba melakukan nya di waktu senggang saya. Saya pelajari semua kebutuhan format data terstruktur tersebut. Apa saja pedoman dan larangan Google agar memenuhi syarat untuk ditampilkan di penelusuran.

Alhamdulillah tidak begitu menyita waktu, akhirnya berhasil dan beberapa hari setelah itu Google menampilkan nya di penelusuran seluler (Google mengutamakan tampilan hasil pencarian seluler) bahasa keren nya Mobile First Index.

Cukup lengkapi konten relevan dalam halaman website antara schema dan halaman harus memiliki korelasi yang benar.

Di bawah ini ada 3 contoh fitur schema markup FAQ, HowTo dan Sitelinks Search Box. Beberapa plugin sudah bisa menambahkan schema seperti FAQ dan Sitelink Searchbox seperti Yoast SEO.

Membuat Schema Markup Faq
Schema Markup FAQ
Video Schema HowTo
Schema Markup Sitelink Searchbox
Sitelinks Searchbox

Cara Membuat Schema Markup

Cara membuat schema markup saat ini cukup mudah. Anda harus memenuhi syarat dalam membuat data terstruktur agar Google penelusuran menampilkan informasi yang sudah anda format sebelumnya dari halaman website. Jika tidak, maka website anda bernilai spam.

Sebelum melanjutkan, anda harus mengetahui kategori umum schema yang sering digunakan. Kumpulan kategori schema itu sendiri sangat banyak. Masing-masing kategori schema memiliki fitur beragam yang sudah tersedia di schema.org anda tinggal memilih untuk menjelaskan situs anda. Karena di schema.org terlalu banyak, kita coba lihat kategori umum schema markup dari Google saja.

Kategori Umum Schema Markup Google

Berikut ini ada 9 kategori umum schema markup rekomendasi Google:

  1. E-commerce
  2. Organisasi
  3. Olahraga
  4. Lowongan
  5. Hiburan
  6. Berita
  7. Makanan dan Minuman
  8. Pendidikan dan Sains

Selain itu ada beberapa fitur dari kategori umum schema markup:

  1. Article
  2. Book
  3. Breadcumb
  4. Carousel
  5. Course
  6. Dataset
  7. EmployerAggregateRating
  8. Event
  9. Verifikasi Berita
  10. Faq
  11. Sitelinks Searchbox
  12. HowTo
  13. Lisensi Gambar
  14. Logo
  15. JobPosting
  16. Bisnis Lokal
  17. Tanya Jawab
  18. Recipe

Dan lain-lain, sekarang kita coba membuat fitur dari kategori schema markup nomor 10 yaitu FAQ.

Baca juga artikel tentang siapa guru seo yang memiliki talenta luar biasa mengajarkan ilmu SEO.

Membuat Schema Markup FAQ

Membuat schema FAQ pada halaman artikel Anda tidak lagi sulit. Pada plugin Yoast SEO atau Rank Math SEO sudah melengkapi fitur schema FAQ, jika Anda belum menginstallnya silahkan install dulu salah satu plugin tersebut.

Anda juga bisa menambahkan secara manual schema markup FAQ. Dengan memanfaatkan schema markup generator gratisan berbagai jenis fitur schema bisa Anda tambahkan ke situs Anda.

Salah satu nya melalui Rankranger sebuah situs schema markup generator. Silahkan kunjungi situs nya, kemudian pilih schema yang mau Anda buat.

Rank Ranger Schema Generator
RankRanger

Setelah itu, copy semua data schema markup FAQ yang sudah selesai Anda buat, lalu validasi melalui Pengujian Hasil Kaya atau Rich Results Test dari Google.

Copy Data Schema Markup FAQ
Rich Results Test
Rich Results Test

Selanjutnya Anda sudah bisa membuat schema lain sesuai dengan artikel pada situs Anda. Google search console akan memvalidasi data tersebut memberikan laporan keberhasilan ketika anda sudah menambahkan schema markup ke situs anda. Pada search console sendiri akan kelihatan pada bagian penyempurnaan.

Schema Markup Search Console
Search Console

Saya tidak mengetahui persis kapan dan halaman dengan kata kunci apa bisa ditampilkan. Apakah harus ada di halaman pertama terlebih dahulu untuk tampil di penelusuran? Atau tidak.

Biarkan menjadi wewenang Google, kita sebagai pemilik website hanya berusaha melengkapi semua informasi situs menjadi lebih relevan agar bermanfaat buat pembaca.

Hasil itu saya peroleh saat saya memeriksa halaman indeks tanpa membuka search console. Saya ketik “site:fahriseo.com” lalu Google menampilkan hasil seperti gambar dan video diatas.

Cara ini berpengaruh baik buat SEO, mungkin juga bisa meraih page one ya gak? jadi tunggu apalagi…Kalian juga bisa menambahkan nya ke dalam website kalian.

Fahriseo

Search Engine Optimizer More Info WA : 0812-65-400-800

1 tanggapan pada “Cara Membuat Schema Markup atau Data Terstruktur”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *